Puasa, Iman, dan Keberkahan
Pembaca yang budiman, sekedar mengingatkan bahwa perintah puasa ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman, yang dilaksanakan semata-mata karena Allah, dan untuk meningkatkan ketaqwaannya. Karena itu, jika di masyarakat kita mendapati orang-orang yang tidak berpuasa, maka mungkin mereka termasuk orang-orang yang tidak beriman, atau beriman tetapi kurang mendalam. Mereka mengakui adanya Tuhan, Allah SWT. tetapi karena pengakuannya belum meningkat pada keyakinan, jadinya mereka tidak melaksanakan perintah Allah.
Sebenarnya, keyakinan itu merupakan hal yang paling mendasar dalam semua aspek hidup dan kehidupan ini. Jika seseorang meyakini kebenaran suatu agama, maka tentu dia akan memilih dan meyakini agama tersebut, dan tahap selanjutnya adalah melaksanakan apa saja (ajaran) yang ada dalam agama itu, tanpa terkecuali dan tanpa mempertanyakannya lagi. Akan tetapi dalam hidup dan kehidupan ini, tidak semudah yang diangan-angankan dan kenyataan menunjukkan lain.
Oleh karena itu, sungguh beruntung orang-orang yang beriman dan melaksanakan atau mewujudkan keimanannya itu dalam berbagai ajaran atau perintah Allah, salah satunya adalah puasa wajib di bulan Ramadhan ini. Bahkan lebih dari sekadar puasa, kebanyakan di antara kita juga mengisi puasa itu dengan berbagai kegiatan yang positif dan membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat, baik ritual ibadah maupun kegiatan sosial keagamaan dalam berbagai macam bentuknya.
Dalam rangka mengisi bulan Ramadhan ini, ada banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat sekitar kita. Beberapa di antaranya adalah tadarus/mengaji al-Qur'an, pondok Ramadhan, buka bersama, berbagi kepada sesama, ceramah keagamaan, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita setiap tahunnya, setiap bulan Ramadhan, dan tentu kegiatan atau kebiasaan ini merupakan sesuatu yang baik dan positif.
Tadarus misalnya, hampir di setiap masjid dan mushala dalam setiap harinya selalu ada orang yang mengaji al-Qur'an, baik yang dilakukan pada malam hari setelah tarawih, pagi hari setelah shalat subuh, pada waktu dhuha, maupun sampai sore menjelang berbuka. Lantunan Kalam Ilahi itu terdengar dimana-mana, baik yang dibacakan oleh orang tua, dewasa, anak muda maupun anak-anak kecil, laki-laki maupun perempuan. Dalam benak hati mereka tidak ada tujuan lain selain untuk mendapat pahala dan keberkahan bulan Ramadhan ini, karena semua kebaikan akan dilipatgandakan.
Bahkan kebaikan-kebaikan yang dilakukan sebagian masyarakat kita mungkin sampai ada yang melebihi bagaimana sebaiknya kebaikan itu dilakukan. Atau hingga karena saking baiknya bulan Ramadhan ini, ada sementara orang yang melakukan tadarus di masjid atau mushala semalaman (sampai larut malam), dan tentu saja dengan pengeras suara. Hal yang mungkin ada baiknya dipahami adalah bahwa jangan sampai kebiasaan-kebiasaan baik yang telah dilakukan ini tidak membekas, tidak membawa dampak positif dalam diri kita, dan semoga bulan yang penuh berkah ini benar-benar membawa keberkahan bagi kita semua, keluarga, dan masyarakat luas.
Tulungagung, 01 April 2023

Posting Komentar untuk "Puasa, Iman, dan Keberkahan"