Mengikat Kata, Mengurai Makna
Sebagaimana tertulis dengan jelas bahwa anak judul yang digunakan pada blog ini adalah "mengikat kata, mengurai makna", yang di tengah-tengahnya terdapat gambar buku. Pilihan anak judul tersebut, tentu saja memiliki maksud dan tujuan yang berkaitan dengan dunia literasi, dimana maksud dan tujuan itu berusaha untuk dicapai. Seringkali anak judul itu mempertegas dan juga memperindah nama judul yang dipilih untuk sebuah karya.
Keberadaan anak judul boleh jadi sangat diperlukan karena judul utama lebih umum dan luas sifatnya. Termasuk jika seorang penulis ingin memfokuskan dalam sebuah karya tulisannya dan mempertegasnya. Walaupun pada kenyataannya tidak sedikit penulis yang menambahkan anak judul itu dengan tujuan hanya sekadar gaya tampilan saja dan bahkan mungkin ada yang tanpa tujuan. Tentu saja hal ini bergantung pada jenis karya tulis yang dihasilkan, apakah bersifat ilmiah atau karya tulis yang sifatnya populer.
Mengikat kata; siapapun boleh jadi sudah tahu maksud dan tujuan dari kata-kata tersebut, dan tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk memahaminya. Dalam proses kepenulisan, keberadaan kata itu sangat penting, karena dari kata-kata inilah sebuah kalimat itu tersusun. Proses merangkai kata boleh jadi juga tidak mudah, membutuhkan waktu dan pikiran sehingga rangkaian kata itu menjadi kalimat yang sempurna. Bahkan, boleh jadi proses memilih kata yang benar dan tepat itu juga tidak bisa dinafikan. Setelah tersusun dalam sebuah kalimat, maka kalimat selanjutnya pun juga membutuhkan proses merangkai kata-kata, dan begitu seterusnya hingga susunan kata dan kalimat itu menjadi sebuah paragraf serta dari paragraf satu ke paragraf berikutnya. Dalam hal ini, secara sederhana proses mengikat kata bisa dikatakan selesai dalam bentuk kalimat maupun paragraf.
Perlu dipahami, mungkin bagi sementara orang bahwa proses mengikat kata itu boleh jadi proses yang tidak mudah, butuh ketekunan dan keseriusan. Oleh karena itu belajar dan terus belajar sembari banyak membaca merupakan cara yang praktis untuk bisa melakukan proses yang disebut dengan mengikat kata. Dalam proses kepenulisan, kata-kata apa saja yang muncul dalam alam ide atau pikiran maka itu perlu untuk segera diikat, secara sederhana dengan cara ditulis maupun semacamnya agar kata-kata itu tidak hilang karena lupa atau karena faktor lainnya. Tentu saja hal ini sangat perlu karena akal pikiran manusia dan juga daya hafalan atau ingatan itu terbatas.
Mengurai makna; apabila tahap mengikat kata itu sudah bisa dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah proses memaknai. Dalam proses kepenulisan, mengurai makna boleh jadi juga merupakan tahapan yang cukup berat, tetapi bukan hal yang tidak mungkin. Bahkan, sebenarnya dalam proses mengikat kata itu seorang penulis juga sebaiknya memikirkan maknanya, sehingga paling tidak dalam proses mengikat kata, menyusun kalimat tidak terjadi kesalahan. Atau paling tidak, kesalahan-kesalahan itu bisa diminimalisir. Proses menguraikan makna ini boleh jadi antara satu orang dengan orang lain akan terjadi perbedaan, sebuah perbedaan pemaknaan yang tidak bisa dihindari, dan juga karena masing-masing orang memiliki perspektif yang berbeda. Ketika terjadi perbedaan-perbedaan pemaknaan ini, terlepas dari adanya pro dan kontra, maka sebenarnya pada saat itu telah terjadi pemaknaan yang kaya atas kata-kata yang telah diikat.
Mengikat kata dan mengurai makna merupakan proses yang membutuhkan kesungguhan dan keseriusan serta proses yang terus-menerus. Bahkan, semakin sering ikatan kata dalam kalimat dan paragraf itu dibaca dan dipahami, mungkin akan bisa memunculkan pemaknaan yang lainnya, sebuah pemaknaan yang berbeda dengan sebelumnya, dan begitu seterusnya hingga sebuah proses kepenulisan itu tiada akhir.
Tulungagung, 24 Februari 2022
MashaAllah tabarakallah
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusMaturnuwun...
BalasHapusAlhamdulillah semoga Istiqomah
BalasHapusAamiin ya Allah
BalasHapusTerimakasih semuanya..
BalasHapus