Ibadah Vertikal-Horizontal
Pada hakekatnya ada banyak macam ibadah yang dapat dilakukan oleh umat Islam, baik ibadah secara vertikal maupun ibadah secara horizontal. Ibadah vertikal merupakan ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT., dimana tata caranya sudah diatur dan ditentukan oleh-Nya. Sedangkan ibadah horizontal merupakan ibadah yang berhubungan dengan sesama manusia dan alam sekitar.
Ibadah vertikal, dalam pelaksanaannya harus memenuhi syarat dan rukun yang telah ditentukan. Apabila ketentuan-ketentuan itu tidak dipenuhi maka ibadah yang dilakukan batal dan tidak sah. Termasuk dalam hal ini, umat Islam juga tidak diperbolehkan merubah ataupun merekayasa, tidak ada cara yang lain selain apa yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti shalat, puasa dan ibadah haji (bagi yang mampu).
Ibadah horizontal (sosial) sangat luas cakupannya yaitu semua hal selain ibadah vertikal. Semua aktivitas manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi itu merupakan ibadah sosial. Oleh karena itu seberapa besar perhatian kita terhadap ibadah sosial, maka hal itu akan berbanding lurus dengan seberapa banyak ibadah yang bisa dilakukan, dan dengan demikian berarti ada seberapa besar kebaikan-kebaikan yang akan diperoleh. Sebagaimana ibadah vertikal, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan ibadah sosial, akan tetapi tidak semua orang bisa melakukannya dan merasakan manisnya ibadah sosial itu.
Ibadah vertikal memang penting, tetapi tidak boleh melupakan ibadah horizontal. Siapa pun harus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan ibadah vertikal dan horizontal, keduanya sebaiknya beriringan dan berjalan secara seimbang. Meski tentu saja untuk itu semua tidak mudah, ada banyak cobaan dan ujian yang bisa datang dari mana pun, baik secara internal maupun eksternal. Keistiqomahan dalam mengerjakan ibadah ini menjadi sesuatu hal yang penting.
Apabila ibadah-ibadah itu bisa dikerjakan dengan istiqomah, maka akan berbuah kebaikan, kesalehan, dan kemanfaatan tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, siapa pun sebagai umat Islam, sebaiknya dan terus berusaha untuk bisa menjaga ibadah vertikal-horizontal ini, karena siapa pun sebenarnya diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya, dan bukan durhaka atas nikmat-Nya. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk bisa menjaga ibadah vertikal-horizontal secara berimbang.
Tulungagung, 13 April 2022

Semangat terus untuk menulis nya ustadz, tulisannya sungguh berkesan
BalasHapusTerimaksih
HapusSangat berkesan bapak aibak...
BalasHapusTerimaksih
Hapussangat bermanfaat bapak π
BalasHapusSangat bermanfaat bapak π
BalasHapusSemoga bermanfaat pak aibak ππ
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya pak, semoga bermanfaatπππ
BalasHapusSangat bermanfaat, Pak. Terima kasih π
BalasHapus