Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pahlawan Sepanjang Masa (Refleksi Peringatan Hari Ibu)

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati secara nasional sebagai hari Ibu. Tentunya bukan sekadar peringatan semata, tetapi paling tidak dengan adanya hari ibu ini negara hadir untuk memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi ibu. Perjuangan seorang ibu dalam hidup dan kehidupan ini sungguh sangat besar. Keberadaan ibu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta beragama menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.

Ibu adalah guru yang pertama bagi semua orang, karena ibulah yang mengandung, melahirkan, menyusui dan memberikan pendidikan dari sejak di dalam kandungan, masa kecil sampai akhir hayat. Sekitar selama 9 bulan 10 hari ibu mengandung yang tentunya penuh dengan perjuangan, saat melahirkan juga perjuangan antara hidup dan mati, demikian juga saat menyusui dan mendidik putra putrinya. Karena itu jika guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, maka ibu adalah pahlawan sepanjang masa.

Ibu adalah sosok yang luar biasa, sosok pribadi yang tiada duanya, dan tiada tergantikan. Kasih sayangnya kepada anak-anaknya melebihi semuanya, doa dan ridhonya sungguh sangat berarti bagi anak-anaknya. Bahkan ridho Ilahi bergantung pada ridho seorang ibu, demikian juga dengan sebaliknya. Oleh karena itu, sebagai seorang anak maka jangan pernah mengecewakan orang tua, khususnya ibu, apalagi sampai berani (berperilaku buruk) kepada ibu, bahkan durhaka padanya. Surga berada di bawah telapak kaki ibu.

Sebagaimana juga telah kita ketahui bersama bahwa agama Islam mengajarkan kepada kita semua untuk selalu berbuat baik pada orang tua (ibu), berbakti padanya kapan pun, dimana pun, dan dalam kondisi bagaimana pun. Ketika ibu sehat, mungkin seorang anak tidak begitu ada tantangan dalam berbakti, tetapi ketika seorang ibu itu berada dalam kondisi yang kurang baik atau sakit, maka ada banyak tantangan bagi seorang anak dalam berbakti pada ibu. Tantangan yang lebih besar dan berat bagi anak dalam berbakti, seberapa ikhlas berbaktinya seorang anak dalam kondisi yang demikian ini, benar-benar diuji. Termasuk jika ibu itu berbeda agama atau keyakinannya, selama tidak diperintah untuk menyekutukan Allah, maka tetap wajib hukumnya bagi seorang anak untuk berbakti padanya.

Dalam hal ini, Rasulullah Saw sampai memberikan perintah untuk taat atau berbakti pada ibu hingga 3 kali. "Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya". Kenapa perintah itu sampai 3 kali, paling tidak karena ibulah yang mengandung, melahirkan dan menyusui serta mendidik anak-anaknya. Semoga kita semua termasuk anak-anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu. Doa yang terbaik untuk kedua orang tua kita, semoga di akhirat nanti Allah SWT memberikan surga-Nya. Aaamiin

Tulungagung, 22 Desember 2022

3 komentar untuk "Pahlawan Sepanjang Masa (Refleksi Peringatan Hari Ibu)"